News  

Dikira Mata-mata Polisi, Pria di Tambora Dibunuh Sindikat Narkoba

Dikira Mata-mata Polisi, Pria di Tambora Dibunuh Sindikat Narkoba
Dikira Mata-mata Polisi, Pria di Tambora Dibunuh Sindikat Narkoba

Indokriminal – Polres Metro Jakarta Barat mengungkap kasus pembunuhan seorang pria yang ditemukan bersimbah darah di gang sempit, di Jalan Krendang Tengah, Krendang, Tambora, Jakarta Barat, Selasa 5 Juli 2022.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Joko Dwo Harsono mengatakan, pria dengan identitas SM (49) dianiaya oleh sekelompok yang berjumlah 9 orang hingga meninggal dunia.

Diketahui korban juga sebagai pengedar sabu yang biasa beraksi di kawasan tersebut dan dikeroyok oleh para pelaku yang juga para pengedar lantaran korban di tuduh sebagai mata-mata polisi.

“Diketahui bahwa 9 orang pelaku dan korban, merupakan satu kelompok yang sama. Mereka ini adalah identik sindikat narkoba. Kegiatannya adalah jual beli narkoba,” ujar Joko.

Baca juga  Terungkap, Inilah Motif 2 Anak Viral Dibuang di Depan Pabrik Serang

Pengembangan terkini dalam kasus pembunuhan tersebut, Joko mengatakan hingga saat ini polisi  baru menangkap 4 oprang tersangka dengan masing masing inisial DP, AA, AS, dan JL.

“Peran DP menggiring, mendorong, memukul korban dan mengumpulkan teman-temannya. AA mengambil badik dan membagikan ke teman-temannya dan ikut juga memukul korban, Kemudian AS selain ikut memukul korban, ditemukan juga senjata tajam. Sedangkan JL itu juga melakukan pemukulan terhadap korban,” ujarnya.

Joko mengatakan masih ada 5 orang pelaku lainnya yang juga diketahui ikut menganiaya korban hingga meninggal, polisi hingga kini masih bekerja di lapangan untuk menangkap lima pelaku lainnya tersebut.

“Masih ada lima lagi tersangka yang masuk daftar pencarian orang. Saat ini masih dilakukan pengejaran termasuk pelaku yang melakukan penusukan,” ujarnya.

Baca juga  15 Warga Polisikan Robot Trading DNA Pro, Mengaku Rugi Rp 7 Miliar

Hingga kini empat pelaku yang telah tertangkap lebih dulu, mendekam di ruangan tahanan Polres Metro Jakarta Barat untuk proses hukum yang berlaku, atas perbuatannya, pelaku disangkakan Pasal 340 KUHP dan atau Pasal 170 ayat 2 ke (3) KUHP, dan atau Pasal 2 UU Darurat tahun 1951 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Sumber: VIVA.co.id