News  

Kawanan Penipu Ini Pakai Uang Kejahatan Untuk Pesta Sabu

INDOKRIMINAL – Polisi menyebut bahwa kawanan penipu di Pasar Kenari, Jakarta Pusat, yang baru saja diamankan memakai uang hasil kejahatan mereka untuk pesta narkoba.

Kapolsek Senen Kompol Ari Susanto menjelaskan, hal itu diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan empat orang tersangka yang sudah tertangkap.

Hasil tes urine menyatakan bahwa para tersangka kasus penipuan tersebut positif mengkonsumsi narkotika.

“Jadi kelebihan uang hasil penipuan itu untuk pesta narkoba,” ujar Ari, Sabtu (19/3/2022).

“Keempat pelaku setelah kita cek urine, semuanya positif memakai narkoba jenis sabu,” sambungnya.

Pelaku mengaku sudah menyalahgunakan narkotika jenis sabu selama dua tahun terakhir.

“Pelaku menggunakan narkoba sudah dua tahun, dan itu dilakukan secara bersama-sama. Jadi sudah seperti kecanduan,” pungkasnya.

Baca juga  Berseragam Polisi, Penipu Ancam Sebar Video Bugil Korban

Diberitakan sebelumnya, Polsek Senen menangkap empat dari delapan kawanan penipu yang kerap beraksi di kawasan Pasar Kenari.

Ari Susanto menjelaskan, pelaku diringkus setelah polisi menerima laporan dari masyarakat.

“Dari hasil penyelidikan tim Reskrim kami berhasil melakukan empat pelaku dari delapan orang, sebut saja penipu,” ujar Ari dalam keterangannya, Sabtu (19/3/2022).

Ari mengungkapkan, keempat pelaku tersebut berinisial PS (34), SJM (24), LLH (34) dan DK alias PK (37). Dari pelaku, penyidikan bukti bukti pembelian barang, Uang tunai Rp 10 juta, dan tiga gulungan kabel berwarna putih.

Kini, empat pelaku penipuan barang di Pasar Kenari tersebut ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dijerat dengan Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)

Baca juga  Sales Dealer Resmi Honda Tipu Konsumen, Jadi Buruan Polisi

“Ancaman hukuman 4 tahun penjara,” kata Ari.

Sementara itu, Ari menyebut penyidik masih melakukan pengejaran terhadap empat pelaku lain yang diduga tergabung dalam sindikat penipua tersebut

“Empat orang pelaku lagi masih proses pengejaran atau DPO Polsek Senen,” pungkasnya. (KOMPAS)