News  

Konvoi Pelajar SMA di Mojokerto Rusak Mobil saat Kelulusan Pakai Parang

INDOKRIMINAL – Konvoi kelulusan pelajar SMA di Mojokerto berujung maut. Seorang peserta konvoi Choirul Kamza Nirwana, warga Desa Mojorejo, Kecamaan Kemlagi, tewas usai menabrak truk saat dikejar warga dan polisi.

Insiden tersebut terjadi sesaat setelah korban dan teman-temannya membuat huru hara dengan konvoi di jalan raya. Saat itu rombongan korban merusak mobil yang melintas dengan kayu dan parang hingga berujung berkelahian dengan pemilik mobil.

Keributan inilah yang mengundang warga untuk datang, termasuk anggota polisi. Karena takut, rombongan konvoi pelajar pun tancap gas melarikan diri. Nahas bagi korban, dia justru menabrak motor hingga tewas.

Sementara itu pemilik mobil Khoirul Umam (38) warga Desa Jumeneng, Kecamatan Mojoanyar, berhasil menangkap tiga pelajar peserta konvoi, meski mobilnya harus nyungsek ke parit sawah. Aksi heroik itu dilakukan Khoril setelah mobilnya dirusak peserta konvoi.

Baca juga  Ini Penampakan Uang Miliaran di Markas Khilafatul Muslimin Lampung

Khoirul mengaku saat itu dia dalam perjalanan untuk takziah. Tiba-tiba di jembatan berpapasan dengan konvoi pelajar sambil memukul mobilnya dengan kayu dan parang.

Tak terima dengan aksi pelajar ini dia mengejar dan berhasil memepet tiga pelajar di tengah jalan. Akibat kejadian ini dia sempat mengalami luka ringan di kepala karena pemukulan.

“Ada salah satu anak bawa parang dan bendera terus, terus dipukulkan ke mobil saya. Saya putar balik, tak kejar. Saya cari yang mukul anak tadi. Pepet ke kiri, tapi kebablasan dan masuk parit,” katanya.

Salah seorang saksi, Putro membenarkan kejadian itu. Dia menyaksikan, mobil warna putih tersebut mengejar konvoi pelajar dan langsung memepetnya hingga tiga pelajr dan mobil masuk ke parit sawah. “Sempat terjadi perkelahian antara pengemudi mobil dan para pelajar. Bahkan, para pelajar juga melakukan perusakan lanjutan,” katanya.
iNews

Baca juga  Kopda M Bayar Eksekutor Rp120 juta Untuk Tembak Istrinya