News  

Mimpi Jadi PNS Sirna, Fitri Malah Tertipu Dukun Palsu Rp220 Juta

Mimpi Jadi PNS Sirna, Fitri Malah Tertipu Dukun Palsu Rp220 Juta
Mimpi Jadi PNS Sirna, Fitri Malah Tertipu Dukun Palsu Rp220 Juta

JPNN.comBerharap anaknya bisa menjadi pegawai negeri sipil (PNS), Fitri Kartuna (44) malah apes ditipu dukun palsu.

Akibatnya, warga Jalan Imam Bonjol, OKU, Sumsel yang merupakan PNS itu rugi hingga Rp 220 juta.

Sang dukun palsu yang sudah menipu Fitri bernama M Ariandi (29).

Kini, dukun palsu itu sudah ditahan di Polres OKU.

Kapolres OKU, AKBP Danu Agus Purnomo mengatakan kasus tersebut bermula saat pelaku mendatangi rumah korban pada Sabtu (5/3) kemarin.

“Pelaku mengatakan bisa meluluskan anak Fitri, yakni Rahmat Zulman jadi PNS Kementerian Hukum dan HAM RI,” jelas AKBP Danu, Minggu (6/3).

Namun, sebagai syaratnya korban diminta menyerahkan sejumlah uang kepada pelaku.

Baca juga  Padepokan Gus Samsudin Digeruduk Warga, Diduga Lakukan Penipuan Modus Pengobatan

“Uangnya digunakan untuk menebus atau membeli alat-alat perdukunan yang sudah disiapkan tersangka,” ungkap dia.

Korban yang terlanjur percaya dengan Ariandi langsung menyerahkan uang Rp 5 juta, untuk dipergunakan membeli alat perdukunan.

Melihat aksinya berjalan mulus, tersangka kemudian datang lagi ke rumah korban sambil membawa kendi yang berisikan tasbih.

Lalu tersangka menyuruh korban mengubur kendi itu di samping rumahnya.

Setelah itu, tersangka sering menghubungi korban untuk mememinta uang.

Tidak hanya cash, pelaku juga kadang minta ditransfer ke sejumlah rekening, seperti atas nama M Ariandi, Rison, Pebriyanti, dan Halimah.

“Alasannya, uang itu kata tersangka untuk memperlancar Rahmat agar lulus tes di Kemenkum HAM RI nanti,” kata Danu melanjutkan.

Baca juga  ART Indonesia Ditahan di Singapura, Diduga Bunuh Majikannya

Sialnya, sampai dengan saat ini anak korban belum juga diterima kerja.

“Mengetahui kenyataan pahit tersebut korban berusaha meminta uangnya sebanyak Rp 220 juta agar dikembalikan, tetapi tak direspons sang dukun palsu,” kata dia.

Merasa kesal, korban kontan melaporkan ulah dukun palsu tersebut kepada polisi. “Berbekal laporan itu, pelaku langsung kami ringkus, pada Sabtu (5/3) malam, saat berada di Palembang,” pungkas AKBP Danu. (palpos/jpnn)