News  

Pria Disabilitas di Dikeroyok, Polisi Tetapkan 2 Tersangka

Indokriminal – Polres Pangandaran Polda Jabar menetapkan dua tersangka pada kasus pengeroyokan seorang disabilitas (tuna wicara) di wilayah Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran. Pengeroyokan terjadi pada Jum’at (3/6/2022) sekitar pukul 04.30 WIB.

Korban pengeroyokan, seorang disabilitas (tunawicara) ini berinisial SS (29) atau biasa disapa Tompel.

Pelakunya adalah S (27) dan SAP masih dibawah umur atau masih pelajar. Keduanya warga Kecamatan Kalipucang.

Sebelumnya, pelaku berhasil diamankan Satreskrim Polres Pangandaran dan langsung digiring ke Mapolres Pangandaran, Minggu (5/6/2022) malam.

Kapolres Pangandaran AKBP Hidayat menyampaikan, dalam kasus ini telah menetapkan dua tersangka dan sudah mengamankan sejumlah barang bukti (BB) satu motor Honda Beat warna biru putih dan sandal warna coklat yang digunakan untuk menganiaya korban.

Baca juga  Indra Kenz Pindahkan Uang di Rekening, Tersisa Cuma Rp 1,8 Miliar

“Kedua tersangka sudah melakukan pengeroyokan kepada SS alias tompel lantaran tersangka tersinggung dituduh oleh temannya mengambil handphone,” ujarnya dalam konferensi pers di Aula Mapolres Pangandaran, Selasa (7/6/2022) sore.

Namun, ternyata handphone itu ada pada SS alias tompel yang mengira handphone itu yang diberikan oleh orang tuanya.

“Tapi setelah itu, rekan SS sudah mengambil kembali handphonenya. Namun, dua orang tersangka ini tersinggung karena sebelumnya dia 6ang dituduh mengambil handphone.”

“Akhirnya, SS alias tompel dianiaya oleh kedua tersangka. Akibatnya korban mengalami luka dibagian bibir, kepala dan tangan,” kata Hidayat.

Kedua, tersangka tersebut berhasil ditangkap oleh tim Satreskrim Polres Pangandaran dan Polsek Kalipucang pada minggu (5/6/2022) malam.

Baca juga  Satu Korban Bus yang Terjun ke Jurang Belum Ditemukan

“Kedua tersangka, ditangkap tanpa perlawanan. Sebelumnya, kasus ini sempat viral karena korban adalah seorang disabilitas. Untuk itu, kami bergerak cepat untuk menangkap pelaku penganiayaan,” ujarnya.

Ia menegaskan, kedua tersangka dikenakan pasal 170 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman 5 hingga 6 tahun penjara.

“Sementara, pelaku yang masih dibawah umur, kita titipkan di LPKS (Lembaga Penyelenggara Kesejahteraan Sosial) di Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran,” ucap Hidayat.

Sementara itu Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Pangandaran Wahyu Hidayah menyampaikan apresiasi kepada pihak kepolisian yang telah bergerak cepat melakukan penangkapan para pelaku hingga menetapkan sebagai tersangka.

Wahyu mengatakan, sebagai Ketua NPCI yang menaungi penyandang disabilitas bidang olahraga, meminta kasus ini terus diproses secara hukum yang berlaku di Negara Republik Indonesia

Baca juga  Perampok Bersenjata Spesialis Minimarket Diringkus Polisi

Dia prihatin atas peristiwa penganiayaan seorang disabilitas secara brutal hingga babak belur. Padahal semestinya justru harus mendapat perlindungan dari masyarakat.

“Kasus ini tentu akan menjadi sorotan apalagi korban adalah disabilitas yang mestinya dilindungi dan dijaga. Korban diserang secara brutal,” ucapnya.

Dia pun mengatakan ini bukan kasus pertama yang terjadi di Kabupaten Pangandaran. Peristiwa penyerangan pada penyandang disabilitas juga pernah terjadi beberapa tahun silam.

“Kami berharap kasus penyerangan terhadap penyandang disabilitas tidak terjadi lagi,” tutup Wahyu.***