News  

Sulitnya Buktikan Aksi Pembunuh Berantai Asal Prancis

INDOKRIMINAL – Francis Heaulme adalah pembunuh berantai asal Prancis yang dijuluki sebagai ‘Criminal Backpacker’ karena hobinya menjelajah. Selain itu, Francis Heaulme juga diketahui mengidap sindrom Klinefelter.
Dikutip dari Murderpedia, ternyata ada hal yang melatarbelakangi Heulme menjadi pembunuh berantai. Ia memiliki masa kecil yang kelam.

Ayah Heaulme menyiksanya sampai usia 17 tahun. Dia menjadi pecandu alkohol dan sempat mencoba bunuh diri. Ia sudah ditinggalkan oleh ibunya yang meninggal karena kanker di usia 13 tahun.

Pada usia 20, ia tiba-tiba gemar bersepeda. Delapan tahun kemudian, ia meninggalkan rumah untuk melakukan perjalanan kemana saja di sekitar Prancis dengan berjalan kaki, dengan menumpang, dan naik kereta api (seringkali tanpa tiket), tinggal di tempat penampungan Emmaüs, lembaga psikiatri, dan pusat detoksifikasi. Ia menjadi seorang backpacker.

Baca juga  Kecewa Kontrak Berakhir, TKA Asal China Habisi Rekan Kerjanya

Karena ia menderita sindrom Klinefelter, Heaulme tidak bisa melakukan pemerkosaan. Namun, beberapa tahun kemudian ia melakukan pembunuhan pertamannya. Dia mengakui pembunuhan tersebut kepada petugas medis di Prancis.

Ditangkap

Dia kemudian ditangkap pada 7 Januari 1992 di Bischwiller. Aparat penegak hukum (polisi dan gendarmerie) sulit membuktikan kasusnya karena perbuatan itu dilakukan tanpa alasan atau motif yang jelas. Selain itu, Heaulme saat itu memiliki beberapa alibi.

Saat diperiksa, Francis Heaulme menceritakan adegan pembunuhannya dengan presisi yang luar biasa. Misalnya, dia menunjukkan kepada petugas cara membunuh seorang penjaga dengan memegang bagian belakang kepalanya dengan satu tangan dan menusuknya.

Adapun sejumlah kasus pembunuhan-pembunuhan Heaulme adalah sebagai berikut:

Baca juga  Polisi Tetapkan Bharada E Tersangka Penembakan Brigadir J

-Pembunuhan Jorris Viville yang berusia 8 tahun di Port-Grimaud. Dia sendiri dihukum dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup atas kasus ini.

-Pembunuhan Aline Peres yang berusia 44 tahun di Brest, di mana ia dijatuhi hukuman 20 tahun penjara.

-Pembunuhan seorang pensiunan legiuner dari Courtezon, di Vaucluse.

-Pembunuhan Laurence Guillaume, seorang gadis 14 tahun, di sekitar Metz, di mana dia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Hukuman

Pada Mei 1997, untuk beberapa pembunuhan, Pengadilan Assize Var menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat selama 22 tahun.

Pada 16 Desember 2004, ia dijatuhi hukuman tambahan tiga puluh tahun penjara tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat selama 20 tahun untuk tiga pembunuhan yang dilakukan di wilayah Marne pada tahun 1988 dan 1989.

Baca juga  Jasad Bocah yang Dilemparkan Ibunya ke Sungai Akhirnya Ditemukan