News  

TKI di Malaysia Diburu Polisi Karena Mencuri Perhiasan Emas Majikan

TKI di Malaysia Diburu Polisi Karena Mencuri Perhiasan Emas Majikan
TKI di Malaysia Diburu Polisi Karena Mencuri Perhiasan Emas Majikan

Indokriminal – Seorang pembantu rumah tangga (PRT) asal Indonesia tengah diburu polisi Malaysia setelah mencuri perhiasan emas senilai 69.000 Ringgit (Rp 227,4 juta) milik majikannya. TKI itu dilaporkan kabur dari rumah majikannya dengan dijemput sebuah mobil.

Seperti dilansir media lokal Malaysia, The Star, Selasa (13/9/2022), PRT yang berusia 27 tahun dan berkewarganegaraan Indonesia itu diketahui mulai bekerja pada majikannya di Malaysia pada Juni lalu. Tindak pencurian itu dilakukan si PRT sekitar tiga bulan kemudian.

TKI di Malaysia Diburu Polisi Karena Mencuri Perhiasan Emas Majikan
TKI di Malaysia Diburu Polisi Karena Mencuri Perhiasan Emas Majikan

Asisten Komisioner Tan Cheng San dari Kepolisian Central Seberang Prai menuturkan majikan PRT itu dan istrinya menyadari si PRT hilang dari rumah mereka pada 8 September pagi hari. Mereka kemudian melapor ke polisi, namun belum menyadari adanya perhiasan yang dicuri si PRT.

Baca juga  Ini Penampakan Uang Miliaran di Markas Khilafatul Muslimin Lampung

“Ketika sang suami, yang seorang dokter, membuat laporan polisi soal pembantu mereka yang kabur, mereka belum menyadari perhiasan emas yang hilang,” tutur Tan Cheng San dalam konferensi pers.

“Mereka baru menyadarinya dua hari kemudian,” imbuhnya.

Diungkapkan Tan Cheng San bahwa majikan PRT itu kehilangan dua pasang gelang senilai 12.000 Ringgit, satu set kalung senilai 22.000 Ringgit, sebuah kalung pernikahan senilai 15.000 Ringgit, enam pasang anting kecil senilai 6.000 Ringgit, dua kalung kecil senilai 3.000 Ringgit, sebuah liontin senilai 1.000 Ringgit dan sebuah kalung panjang senilai 10.000 Ringgit.

Mencurigai si PRT mencuri perhiasan-perhiasan itu, sang majikan kembali melapor ke polisi soal perhiasan yang hilang. “Perhiasan itu disimpan di dalam sebuah lemari di sebuah lemari di dalam kamar kosong, yang digunakan sebagai gudang,” sebut Tan Cheng San.

Baca juga  Sidang Perdana Mas Bechi di PN Surabaya Digelar Online dan Tertutup